Kalbar

Pemprov Kalbar Rayakan Hari Anak Nasional ke-42, Perkuat Perlindungan dan Hak Anak

Tim Redaksi · · Diperbarui 07:34 · 5 menit membaca
Ukuran Teks:

DAILYSINTANG.COM, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat komitmen pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui peringatan Hari Anak Nasional Kalimantan Barat ke-42 yang digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Aula Garuda dan Enggang Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Peringatan tersebut merupakan momen untuk memastikan anak-anak di Kalimantan Barat mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, serta mendukung tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Selain menjadi puncak peringatan, kegiatan Hari Anak Nasional Kalimantan Barat ke-42 merupakan bagian dari rangkaian program yang sebelumnya telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian Hari Anak Nasional Kalbar Dimulai Sejak 26 Juli

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Barat, Marlyna, mengatakan rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional sebenarnya telah dimulai sejak 26 Juli.

“Rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional ini sebenarnya jatuh pada 26 Juli di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah kita peringati dengan berbagai rangkaian kegiatan,” kata Marlyna.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni peningkatan kapasitas Forum Anak Daerah Kalimantan Barat. Forum tersebut diarahkan agar mampu berperan sebagai pelopor sekaligus pelapor dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak.

“Kita melakukan peningkatan kapasitas Forum Anak Daerah Kalimantan Barat sebagai pelopor dan pelapor dan dilanjutkan dengan penyusunan suara anak Kalimantan Barat,” paparnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada anak untuk berpartisipasi dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

Pemprov Kalbar Dorong Lingkungan Aman dan Ramah Anak

Selain Forum Anak Daerah, Pemprov Kalbar juga melaksanakan Podcast BERLIAN atau Bersama Lindungi Anak Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Kalimantan Barat.

“‎Kami melakukan Podcast BERLIAN, Bersama Lindungi Anak Kalimantan Barat yang difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Kalimantan Barat,” tambahnya.

Pemprov Kalbar juga melakukan evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak sebagai salah satu langkah menuju Provinsi Layak Anak.

“‎Kami juga melakukan evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak Menuju Provinsi Layak Anak, mudah-mudahan tahun ini Kalimantan Barat bisa mendapatkan Provinsi Layak Anak,” jelasnya.

Upaya perlindungan anak juga dilakukan melalui edukasi yang menyasar sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

“‎Lalu kita melakukan edukasi Gerakan Sayang Anak, Stop Kekerasan pada Anak, Stop Kekerasan Seksual pada Anak, dan Stop Bullying, Stop Perkawinan Anak serta Stop Stunting, Ayo Sekolah, dan Ayo Kuliah,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan penyediaan ruang bagi anak untuk menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi melalui Pojok Curhat Anak di satuan pendidikan.

“‎Terakhir yang kita lakukan adalah Pojok Curhat Anak di Satuan Pendidikan, dan ini adalah rangkaian kegiatan yang kita lakukan sebelum menuju puncak Hari Anak,” tutup Marlyna.

Anak Tidak Hanya Dilindungi, tetapi Juga Didengar

Bunda Forum Anak Kalimantan Barat, Erlina, mengatakan upaya menyayangi anak tidak cukup hanya melalui pemberian kasih sayang. Menurutnya, pemenuhan hak anak harus mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan, perhatian, serta kesempatan yang setara untuk berkembang.

“Menyayangi anak bukan sekedar memberikan kasih sayang, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh perhatian, pendidikan, kesehatan, perlindungan serta kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya,” jelas Erlina.

Ia mengajak keluarga, sekolah, masyarakat, dan seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

“Mari kita hadirkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak, dimulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan masyarakat,” katanya.

Erlina juga menekankan pentingnya memberikan ruang partisipasi kepada anak dalam berbagai hal yang menyangkut kehidupan mereka.

“Saya meyakini bahwa anak bukan hanya untuk dilindungi, tetapi juga didengar dan dilibatkan, berikan ruang bagi anak untuk berpartisipasi, berkreasi, menyampaikan pendapat serta menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik,” ucapnya.

Ia turut menyampaikan pesan kepada anak-anak Kalimantan Barat agar terus belajar, berkarya, dan berani mengejar cita-cita.

“Kalian adalah generasi hebat dan pemilik masa depan Kalimantan Barat dan Indonesia. Teruslah belajar, berkarya, dan berani melangkah meraih cita-cita. Jadilah generasi yang jujur, disiplin, santun, peduli, dan bertanggung jawab yang mampu menghargai perbedaan, menjaga persatuan, mencintai lingkungan, serta menggunakan teknologi secara bijak dan positif,” paparnya.

Perkuat Sinergi Wujudkan Kalbar Ramah Anak

Erlina juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Mari kita terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kabupaten dan Kota Layak Anak, serta meningkatkan kualitas layanan pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tambahnya.

“Mari kita wujudkan Kalimantan Barat yang semakin maju dan ramah anak, serta bersama-sama menyiapkan generasi terbaik untuk Indonesia Emas 2045,” tutup Erlina.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harrisson yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, pemerintah, masyarakat, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan.

“‎Anak-anak memerlukan bimbingan dan perlindungan dari kita semua, dari pemerintah, dari kelompok masyarakat, dari orang tua, dari seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak,” kata Harisson.

Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak di Kalimantan Barat.

“‎Mari kita jadikan Hari Anak Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama, teruslah tumbuh, teruslah bermimpi, dan jadilah generasi yang membanggakan, pungkasnya.

Tinggalkan komentar