DAILYSINTANG.COM Pontianak – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II, Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si., memanfaatkan momentum kunjungan ke daerah pemilihan dengan menggelar dialog bersama mahasiswa asal Kabupaten Sekadau. Pertemuan yang berlangsung di Caffe RBK, Jalan Reformasi, Pontianak, tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara wakil rakyat dan generasi muda, Sabtu, 16 Mei 2026.
Suasana forum berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa yang hadir tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan, kritik, serta harapan terkait pembangunan daerah dan kebijakan nasional yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Komisi IV DPR RI.
Dalam sambutannya, Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pengambil kebijakan.
Menurutnya, kunjungan ke daerah pemilihan bukan sekadar agenda formal, melainkan kesempatan untuk mendengar secara langsung dinamika dan kebutuhan masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa yang dinilai memiliki perspektif kritis terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Peran mahasiswa penting sebagai mitra kritis yang menyampaikan gagasan dan menjaga agar kebijakan tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan, Adrianus menjelaskan bahwa berbagai isu yang berkembang di daerah sering kali membutuhkan masukan dari banyak pihak, termasuk generasi muda.
Forum tersebut kemudian berkembang menjadi ruang serap aspirasi yang dinamis. Sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan terkait pembangunan daerah, pemberdayaan generasi muda, hingga perhatian pemerintah terhadap sektor-sektor yang menjadi ruang lingkup Komisi IV DPR RI.
Dialog Aspirasi Mahasiswa
Muhammad Vermon dalam pertanyaannya, mengangkat isu mengenai peran generasi muda dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan.
Ia menanyakan, “Apa peran strategis yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam mendukung program unggulan Presiden Prabowo, terkhusus mewujudkan swasembada pangan?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan, tidak hanya sebagai pengamat tetapi juga sebagai pelaku perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, peran strategis mahasiswa dapat diwujudkan melalui edukasi, inovasi, riset, hingga pendampingan kepada petani dan masyarakat desa.
“Mahasiswa memiliki kapasitas intelektual dan semangat perubahan yang besar. Dalam mendukung swasembada pangan, mahasiswa dapat terlibat melalui penelitian pertanian, pengembangan teknologi tepat guna, pendampingan kelompok tani, hingga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dibebankan semata kepada pemerintah atau petani, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan akademisi dan generasi muda.
“Program swasembada pangan memerlukan gotong royong nasional. Mahasiswa harus hadir membawa gagasan dan aksi nyata. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah bagian dari solusi agar sektor pertanian kita semakin maju dan kesejahteraan petani meningkat,” tegas Adrianus.
Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu ditutup dengan diskusi santai dan foto bersama. Bagi mahasiswa asal Sekadau yang hadir, forum tersebut menjadi pengalaman berharga karena dapat berdialog langsung dengan anggota DPR RI mengenai berbagai isu strategis yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kunjungan daerah pemilihan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan generasi muda dalam membangun Kalimantan Barat yang lebih maju dan berdaya saing.






