BEM REMA UPGRI Gelar Pengabdian Pendidikan di Kampung Baca Tanjung Saleh untuk Dukung Generasi Pesisir

DAILYSINTANG.COM, Tanjung Saleh, 16 Mei 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM REMA) Universitas PGRI Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang sosial dan pendidikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah pesisir. Mengusung tema “BEM REMA UPGRI Mengabdi di Desa Pesisir”, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Baca Tanjung Saleh pada Sabtu, 16 Mei 2026, dengan melibatkan mahasiswa serta relawan literasi setempat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan anak-anak di daerah pesisir yang masih membutuhkan perhatian bersama. Melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, para peserta berupaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun semangat literasi bagi generasi muda di Tanjung Saleh.

Sejak pagi hari, suasana Kampung Baca Tanjung Saleh tampak ramai dipenuhi anak-anak yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Program diawali dengan sesi membaca buku bersama. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan relawan mendampingi anak-anak membaca berbagai buku cerita dan pengetahuan umum yang tersedia di Kampung Baca.

Aktivitas membaca bersama itu tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Dengan pendekatan yang santai dan menyenangkan, anak-anak terlihat lebih aktif berinteraksi serta berani menyampaikan isi cerita yang mereka baca.

Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di lingkungan mereka memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Anak-anak merasa lebih semangat belajar karena kegiatan dikemas dengan metode yang interaktif dan penuh keakraban.

Selain membaca buku bersama, kegiatan pengabdian juga diisi dengan edukasi dasar bahasa Inggris. Para mahasiswa memberikan pengajaran sederhana mulai dari pengenalan kosakata sehari-hari, cara memperkenalkan diri, hingga latihan percakapan ringan yang mudah dipahami anak-anak.

Metode belajar dibuat interaktif melalui permainan edukatif, tanya jawab, dan praktik langsung agar anak-anak tidak merasa bosan. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk membangun rasa percaya diri sekaligus memperkenalkan pentingnya kemampuan bahasa asing sejak dini.

Para mahasiswa yang terlibat berharap pengajaran sederhana itu dapat memberikan pengalaman belajar baru bagi anak-anak pesisir serta menambah motivasi mereka untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.

Tidak hanya fokus pada anak-anak, kegiatan ini juga menghadirkan sharing session bersama para relawan Kampung Baca Tanjung Saleh. Dalam sesi tersebut, mahasiswa dan relawan saling berbagi pengalaman mengenai kegiatan sosial, pendidikan masyarakat, hingga tantangan dalam membangun budaya literasi di wilayah pesisir.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para relawan menyampaikan bahwa keberadaan komunitas literasi di daerah pesisir membutuhkan dukungan dari banyak pihak, terutama generasi muda dan kalangan mahasiswa yang memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sesi berbagi tersebut, terjalin komunikasi dan kolaborasi yang diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang. Mahasiswa dan relawan sama-sama memiliki harapan agar pendidikan anak-anak pesisir terus berkembang dan memperoleh perhatian lebih luas dari berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa BEM REMA UPGRI, di antaranya Akmal Anugerah Riyadi, Jonathan Billy, Julius Sampe, Nanda Uswatun, Lidya Maharani, Devi Ananda Pratama, Nikita Sihombing, Tiara Ramadhani, dan Kristino Rangga bersama relawan Kampung Baca Tansal.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di kalangan mahasiswa. Seluruh peserta terlibat aktif dalam mendampingi anak-anak, mengatur jalannya kegiatan, hingga membangun suasana yang akrab dan penuh semangat.

Dukungan dari Ibu Siti Badariah selaku founder Kampung Baca Tanjung Saleh juga menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang bersedia hadir langsung untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama anak-anak di daerah pesisir.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif dalam membangun motivasi belajar anak-anak sekaligus memperkuat semangat literasi masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian yang sangat berarti bagi anak-anak di lingkungan pesisir.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme anak-anak terlihat begitu tinggi. Mereka aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari membaca bersama, belajar bahasa Inggris, hingga permainan edukatif yang disiapkan panitia. Suasana penuh canda dan tawa menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan tidak monoton.

BEM REMA UPGRI menilai bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan di Kampung Baca Tanjung Saleh juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat pesisir. Interaksi yang terjalin selama kegiatan memberikan pengalaman berharga bagi kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun anak-anak dan relawan setempat.

BEM REMA UPGRI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah lainnya, terutama wilayah yang masih membutuhkan dukungan pendidikan dan pengembangan literasi. Semangat berbagi dan kepedulian sosial diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.

Melalui langkah kecil yang dilakukan bersama relawan Kampung Baca Tanjung Saleh, BEM REMA UPGRI ingin menghadirkan harapan besar bagi masa depan generasi pesisir. Dengan pendidikan, literasi, dan kebersamaan, mereka percaya anak-anak pesisir memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *