Adrianus Asia Sidot Dorong Kampus Ambil Peran Strategis Wujudkan Swasembada Pangan di IBEI Pontianak

DAILYSINTANG.COM, Pontianak – Komitmen mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan program swasembada pangan nasional kembali ditegaskan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II, Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si., melalui Kunjungan Kerja Pengawasan Perorangan ke Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia (IBEI) Pontianak, Selasa, 30 Mei 2026.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis dengan melibatkan civitas akademika kampus. Adrianus didampingi Presiden Mahasiswa IBEI, Alfonsius Maren Tino, bersama para dosen di lingkungan kampus. Pertemuan itu menjadi ruang diskusi strategis mengenai kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya pada sektor pangan.

Dalam sesi diskusi, Adrianus menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan formal, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Menurutnya, program unggulan Presiden terkait swasembada pangan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kampus sebagai pusat lahirnya gagasan dan inovasi.

“Kampus memiliki peran yang sangat strategis. Swasembada pangan tidak cukup dipahami sebatas peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan riset, inovasi teknologi, tata kelola, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ungkap Adrianus.

Ia menjelaskan, keterlibatan dunia akademik dapat diterjemahkan secara konkret melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada aspek pendidikan, kampus diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan sektor pangan dan pertanian. Sementara pada bidang penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta kondisi lokal daerah.

Lebih lanjut, Adrianus menilai bahwa pengabdian kepada masyarakat menjadi jembatan penting agar hasil penelitian tidak berhenti di ruang akademik, melainkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat desa.

“Tri Dharma harus menjadi gerakan nyata. Kampus tidak boleh berjalan sendiri, demikian pula pemerintah. Kolaborasi keduanya akan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional,” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung aktif itu juga membuka ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa, dosen, dan legislator mengenai tantangan sektor pangan di Kalimantan Barat, mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, hingga pengembangan inovasi berbasis riset.

Presiden Mahasiswa IBEI, Alfonsius Maren Tino, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Adrianus kepada lingkungan kampus. Menurutnya, kehadiran anggota DPR RI tersebut memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam agenda pembangunan nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan berbagai masukan yang telah disampaikan. Semoga apa yang menjadi arahan, terutama pada bidang penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat, dapat menjadi motivasi dan diterjemahkan dalam program nyata di lingkungan kampus,” ujar Tino.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan para pemangku kebijakan dapat terus terjalin, sehingga kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga pusat penggerak perubahan sosial dan pembangunan daerah.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan bahwa agenda swasembada pangan bukan semata urusan sektor pertanian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, inovasi, dan partisipasi aktif generasi muda. Di tengah tantangan pangan global yang semakin kompleks, kampus dinilai memiliki posisi penting sebagai mitra strategis dalam menyiapkan masa depan pangan Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *