Kalbar

IPDKR Soroti Kabut Asap Karhutla, Minta Penanganan Serius dan Berkelanjutan

Tim Redaksi · · Diterbitkan 15:05 · 2 menit membaca
Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya (IPDKR)
Ukuran Teks:

DAILYSINTANG.COM, KUBU RAYA — Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mendapat perhatian dari Organisasi Kepemudaan Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya (IPDKR).

Ketua Umum IPDKR, Aryanda Gerry, menilai kondisi kabut asap saat ini harus dipandang sebagai persoalan serius dan tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi setiap musim kemarau.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi telah dirasakan langsung masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan, terganggunya aktivitas sehari-hari, hingga menurunnya kualitas udara.

“Melihat kondisi kabut asap yang semakin pekat, kami dari IPDKR tentu sangat prihatin. Ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi sudah menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,” ujar Aryanda.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap ancaman karhutla. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga organisasi kepemudaan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menganggap persoalan karhutla ini sebagai hal biasa. Semua pihak harus mengambil peran,” katanya.

Aryanda juga mendorong pemerintah dan aparat terkait agar penanganan karhutla dilakukan secara cepat, serius, dan berkelanjutan. Selain upaya pemadaman, menurutnya, aspek pencegahan serta penegakan hukum juga perlu diperkuat untuk memberikan efek jera terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.

“Kami juga mendorong agar penanganan karhutla dilakukan secara serius, cepat, dan berkelanjutan, termasuk penegakan hukum terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, IPDKR mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara tidak sehat serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Dari sisi pemerintah, IPDKR berharap pemantauan titik api, upaya pemadaman, pelayanan kesehatan, serta distribusi bantuan seperti masker dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak terus ditingkatkan.

Aryanda menegaskan, IPDKR siap mengambil bagian dalam upaya penanganan dampak karhutla melalui kegiatan sosial dan edukasi kepada masyarakat.

“Yang paling penting, penanganan ini jangan hanya dilakukan ketika kabut asap sudah parah. Pencegahan dan kesadaran bersama harus dibangun sejak awal, karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

IPDKR berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan dapat semakin diperkuat sehingga ancaman karhutla di Kalimantan Barat dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat tidak semakin meluas.

Tinggalkan komentar