DAILYSINTANG.COM, LANDAK – Momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Landak diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan akses pendidikan dan perluasan kesempatan kerja bagi putra-putri asli Landak.
Hal tersebut disampaikan Agusandi, S.E., M.E., Dosen Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Pontianak, yang merupakan pemuda asal Dusun Sadok, Desa Amawakng, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia juga harus menjadi perhatian utama karena pendidikan dan keterampilan merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita berharap generasi muda Landak memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenyam pendidikan tinggi, meningkatkan keterampilan, dan memperoleh pekerjaan yang layak tanpa harus selalu meninggalkan daerah asalnya,” ungkap Agusandi.
Pendidikan sebagai Kunci Kesejahteraan Masyarakat
Agusandi menilai Kabupaten Landak memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan investasi dan aktivitas perusahaan yang beroperasi di daerahnya.
Menurutnya, putra-putri asli Landak harus memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bekerja di berbagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Landak, sesuai dengan kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan pekerjaan yang dibutuhkan.
“Jangan sampai perusahaan berkembang di daerah kita, tetapi masyarakat lokal belum memiliki kompetensi yang cukup untuk mengisi peluang kerja yang tersedia. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi dan masuknya investasi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas SDM perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari memperluas akses pendidikan formal hingga menyediakan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Tingkatkan Kualitas SDM Tanpa Menambah Beban Anggaran Pendidikan
Agusandi berpandangan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak selalu harus dilakukan dengan menambah beban anggaran pendidikan yang telah dialokasikan. Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan program dan sumber daya yang tersedia melalui kerja sama strategis dengan perguruan tinggi serta lembaga pelatihan kerja yang memiliki sertifikasi dan pengakuan nasional.
Untuk pendidikan formal, pemerintah daerah dapat menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan program beasiswa, kelas kerja sama, pendidikan jarak jauh, peningkatan kompetensi, maupun program pendidikan lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.
Sementara itu, untuk pendidikan nonformal, kerja sama dapat dilakukan dengan lembaga pelatihan kerja yang memiliki sertifikasi nasional agar masyarakat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.
Pelatihan dapat diarahkan pada berbagai bidang, seperti administrasi perkantoran, keuangan, teknologi informasi, pengelasan, kelistrikan, pengoperasian peralatan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta keterampilan teknis lainnya sesuai kebutuhan perusahaan di Kabupaten Landak.
“Pemerintah daerah tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Kita bisa membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan perusahaan. Program yang sudah ada dapat dioptimalkan agar masyarakat memperoleh akses pendidikan dan pelatihan yang lebih baik tanpa harus selalu menambah beban anggaran,” ujarnya.
Menurut Agusandi, hal terpenting adalah memastikan program pendidikan dan pelatihan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta memiliki keterkaitan dengan peluang kerja yang tersedia.
Perusahaan Perlu Memberikan Kesempatan kepada Tenaga Kerja Lokal
Selain peningkatan kualitas pendidikan, Agusandi juga berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Landak memberikan perhatian terhadap pengembangan dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Pemerintah daerah dapat berperan sebagai fasilitator dengan mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dan ketersediaan SDM lokal. Langkah ini dapat dilakukan melalui pendataan pencari kerja, penyebarluasan informasi lowongan, pelatihan berbasis kebutuhan industri, program pemagangan, dan fasilitasi penempatan kerja.
Perusahaan juga diharapkan menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja secara terbuka sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
“Kesempatan kerja bagi putra-putri asli Landak harus terus diperluas. Salah satu caranya adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi lowongan, akses pelatihan, dan kesempatan mengikuti proses rekrutmen secara adil dan transparan berdasarkan kompetensi serta ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, apabila pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan perusahaan dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan, maka peningkatan kualitas SDM akan lebih terarah dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat setempat.
Putra Daerah Berharap Landak Semakin Maju dan Sejahtera
Sebagai pemuda yang berasal dari Dusun Sadok, Desa Amawakng, Kecamatan Sompak, Agusandi berharap peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Landak tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan generasi muda.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan investasi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pendidikan, keterampilan masyarakat, kesempatan kerja, dan kesejahteraan keluarga.
Ia berharap generasi muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Landak, termasuk desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan, memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan diri.
“Sebagai putra daerah, saya berharap anak-anak muda Landak memiliki masa depan yang lebih baik. Mereka harus mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh keterampilan, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan ikut membangun daerahnya sendiri,” ungkapnya.
Agusandi menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan bersertifikat nasional, dunia usaha, dan masyarakat, Kabupaten Landak diharapkan mampu membangun SDM yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja.
Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Landak. Semoga Landak semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan putra-putri daerah semakin mendapatkan kesempatan untuk belajar, bekerja, berkarya, serta mengambil bagian dalam pembangunan tanah kelahirannya.