Ketua ICDN Sintang: Generasi Muda Dayak Harus Berani Keluar Kampung untuk Mengejar Pendidikan dan Kesuksesan

DAILYSINTANG.COM, SINTANG – Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, mengajak generasi muda Dayak untuk berani keluar dari zona nyaman dengan menempuh pendidikan tinggi, merantau, meraih kesuksesan, kemudian kembali membangun daerah asal.

Ajakan tersebut disampaikan Yohanes Rumpak saat menjadi narasumber dalam Seminar Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 yang digelar di Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Sintang, Kamis (30/7/2026).

Menurut Yohanes, merantau bukan sekadar berpindah tempat, tetapi merupakan proses pembentukan karakter, mental, dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan. Ia menilai pengalaman belajar dan hidup di luar kampung halaman akan melahirkan generasi Dayak yang lebih mandiri, disiplin, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

“Merantau bisa dimulai dari tingkat kecamatan, sekolah atau kuliah di Kota Sintang. Bisa juga ke Pontianak, bahkan ke luar Kalimantan Barat seperti ke Jawa. Saat merantau, seseorang akan ditempa oleh berbagai tantangan sehingga peluang untuk berhasil jauh lebih besar,” ujarnya.

Yohanes mengatakan, semakin banyak generasi muda Dayak yang berani melanjutkan pendidikan ke luar daerah, semakin besar pula peluang lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu membawa perubahan bagi kampung halamannya.

Dalam pemaparannya, ia juga mengajak peserta seminar memaknai kembali filosofi budaya Dayak secara positif dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, semangat tradisi mengayau dapat ditransformasikan menjadi semangat merantau untuk mencari ilmu, pengalaman, dan kesuksesan.

“Dulu kita mengenal tradisi mengayau. Itu berarti seseorang harus keluar dari kampungnya dan tidak boleh pulang sebelum berhasil. Semangat itu sekarang harus kita ubah maknanya. Bukan lagi mengayau, tetapi merantau. Kalau belum sukses, jangan pulang. Jadikan itu motivasi agar selama di perantauan kita bekerja keras, berprestasi, dan akhirnya kembali membawa keberhasilan untuk membangun kampung halaman,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan di perantauan tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi. Sebaliknya, ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh harus dibawa pulang untuk mendorong kemajuan masyarakat Dayak di berbagai bidang.

Yohanes juga mengingatkan agar generasi muda tidak takut bersaing dengan siapa pun. Baginya, pendidikan merupakan investasi terbaik yang akan menentukan masa depan masyarakat Dayak.

“Jangan takut keluar dari kampung. Carilah ilmu setinggi-tingginya, kumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya, raih kesuksesan, lalu pulang untuk membangun tanah kelahiran. Itulah investasi terbaik bagi masa depan masyarakat Dayak,” pungkas Yohanes Rumpak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *