DAILYSINTANG.COM, SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong penguatan gerakan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sintang Kota Bersemi. Bupati Sintang yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, melepas puluhan peserta aksi pungut sampah di sepanjang Jalan Lintas Melawi, Sabtu, 21 Februari 2026, di Halaman Teras Kota Kampung Ladang.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026. Aksi kerja bakti ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari anggota TNI, Polri, instansi vertikal, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sintang.
Dalam sambutan tertulis Bupati Sintang yang dibacakan Kartiyus, ditegaskan bahwa peringatan HPSN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari gerakan nasional dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, pada 2 Februari 2026 lalu.
“presiden meminta seluruh daerah untuk untuk melaksanakan korve secara rutin sebagai wujud kepedulian kita semua terhadap kebersihan. Mengingat masalah sampah sudah menjadi masalah nasional karena semua daerah mempunyai masalah tentang persampahan,” terang Kartiyus.
Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai isu lokal semata. Hampir seluruh daerah di Indonesia menghadapi tantangan serupa, mulai dari penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), keterbatasan armada angkut, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah.
Momentum HPSN, lanjutnya, menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya bersih dan gaya hidup minim sampah.
“pada Hari Peduli Sampah Nasional ini kita berkumpul sebagai momentum untuk mendukung gerakan tersebut dengan melaksanakan korve/kerja bhakti bersama seluruh stakeholder baik dari pemerintahan dan masyarakat yang berada di kelurahan dan desa di wilayah Kecamatan Sintang,” terang Kartiyus.
Ia menegaskan, aksi pungut sampah yang dilaksanakan di Jalan Lintas Melawi diharapkan menjadi contoh nyata bagi wilayah lain, baik di tingkat kecamatan maupun desa. Partisipasi aktif berbagai unsur menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan peran bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
Lebih jauh, Kartiyus menyampaikan bahwa kerja bakti ini juga merupakan bagian dari kampanye publik untuk mendorong keterlibatan lebih luas, termasuk dunia pendidikan dan komunitas masyarakat.
“kerja bhakti ini merupakan bagian dari kampanye publik untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk kampus, sekolah, pesantren dan komunitas untuk melakukan aksi yang sama seperti yang kita lakukan pada pagi ini agar target pengelolaan sampah yang mendukung gaya hidup yang minim sampah terlaksana dengan baik,” terang Kartiyus.
Ia berharap, gerakan serupa dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga tercipta perubahan perilaku di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari bersihnya lingkungan sesaat, tetapi dari konsistensi dan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan setiap hari.
Dalam kesempatan tersebut, Kartiyus juga menyinggung peristiwa pengelolaan sampah yang terjadi sekitar satu tahun lalu di Sintang. Ia mengingatkan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“dalam kesempatan ini saya juga mengingatkan bahwa peristiwa satu tahun yang lalu perihal sampah di Sintang tidak terulang lagi. Peristiwa tersebut merupakan pelajaran berharga buat Pemerintah Kabupaten Sintang agar lebih baik dalam hal pengelolaan sampah,” terang Kartiyus.
Meski tidak merinci peristiwa yang dimaksud, ia menekankan bahwa pengalaman tersebut menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk berbenah, terutama dalam hal sistem pengangkutan, pengelolaan TPS, serta koordinasi antarinstansi.
Kartiyus juga memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang yang dinilai bergerak cepat melakukan pembenahan sebelum adanya instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“oleh karena itu pada kesempatan ini saya memberikan penghargaan kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah bergerak cepat mendahului perintah Presiden dalam membenahi persampahan di Kabupaten Sintang dengan mengelola dan menyelesaikan timbunan-timbunan sampah di TPS yang selama ini selalu menjadi sorotan publik karena belum tertangani dengan baik,” terang Kartiyus.
Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang kebersihan lingkungan. Pembenahan TPS dan pengurangan timbunan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga estetika kota sekaligus mencegah dampak kesehatan.
Gerakan pungut sampah yang dilaksanakan di Jalan Lintas Melawi pun diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan agar aksi serupa dapat digelar secara berkala, baik oleh instansi pemerintah maupun komunitas masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan visi mewujudkan Sintang Kota Bersemi, yang mencerminkan lingkungan bersih, sehat, dan tertata. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, pemerintah optimistis pengelolaan sampah di Sintang dapat semakin baik dan berkelanjutan.
Melalui momentum HPSN 2026, semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam membangun kota yang nyaman dihuni. Pemerintah berharap, kebiasaan baik yang dimulai dari aksi sederhana seperti memungut sampah dapat menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat Sintang.






