DAILYSINTANG.COM, SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 pada Kamis, 9 April 2026, di Pendopo Bupati Sintang. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.
Dalam kesempatan itu, Krisantus memberikan sambutan yang menyinggung kondisi infrastruktur di Kabupaten Sintang yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia mengaku telah menonton langsung video viral di media sosial TikTok terkait keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan di wilayah Sepauk.
“Beberapa waktu lalu, bahkan tadi saya tonton lagi TikTok, pas di kampung saya pula, Sepauk, gencar benar orang Sepauk ni,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut kemudian memicu perbandingan dengan daerah lain. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta membandingkan kondisi pembangunan di Kalimantan Barat dengan provinsi lain seperti Jawa Barat.
“Jadi kalau bahasa Jawa ojo dibanding-bandingke, jangan dibanding-bandingkan dengan provinsi lain seperti Jawa Barat,” tegasnya.
Krisantus menjelaskan bahwa perbedaan luas wilayah dan kemampuan fiskal menjadi faktor utama yang membuat Kalbar tidak bisa disamakan dengan Jawa Barat. Ia menyebut, luas wilayah Jawa Barat sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai Rp31 triliun, sementara Kalimantan Barat memiliki luas sekitar 171 ribu kilometer persegi dengan APBD lebih dari Rp6 triliun.
“Ada yang mau pinjam Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tiga bulan, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat, ayo tukar kita, saya mau lihat. Tapi pakai duit Rp6 triliun bangun Kalimantan Barat, ayo kalau dia bisa ku cium lututnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, luas wilayah yang besar berdampak langsung pada tingginya biaya pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan hingga jaringan listrik.
“Saya contohkan saja kabel listrik di Kalbar lebih panjang daripada Jawa Barat, jalan juga lebih panjang. Jadi tidak bisa dibandingkan. Saya harap masyarakat jangan gagal paham, dan pemerintah harus memberikan pencerahan,” jelasnya.
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan kondisi jalan Bedayan–Nanga Libau di Kecamatan Sepauk yang mengalami kerusakan cukup parah. Keluhan tersebut menjadi viral di media sosial dan memicu perhatian berbagai pihak.






