DAILYSINTANG.COM, Pertengahan Februari 2026 menjadi periode istimewa bagi masyarakat Indonesia. Dalam rentang tiga hari, mulai 17 hingga 19 Februari 2026, terdapat tiga momentum keagamaan besar yang berlangsung hampir bersamaan, yakni Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Rabu Abu, dan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Perayaan dan ibadah tersebut dijalani oleh umat dengan latar belakang keyakinan berbeda—masyarakat Tionghoa merayakan Imlek, umat Katolik dan sejumlah denominasi Kristen memperingati Rabu Abu, serta umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kehadiran tiga peristiwa penting ini dalam satu pekan mencerminkan wajah Indonesia sebagai negara majemuk yang kaya akan keberagaman agama dan budaya.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang praktik toleransi dan saling menghormati di tengah perbedaan.
Imlek 17 Februari 2026, Awal Tahun Kuda Api
Rangkaian hari besar dimulai pada Selasa, 17 Februari 2026, ketika masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577. Berdasarkan kalender lunar, tahun ini memasuki Tahun Kuda dengan elemen Api, yang akan berlangsung hingga 5 Februari 2027.
Merujuk sejumlah referensi budaya Tionghoa seperti China Highlights, shio Kuda melambangkan energi, kebebasan, serta semangat yang dinamis. Sementara elemen Api menggambarkan karakter yang penuh gairah dan vitalitas, namun juga menuntut pengendalian diri serta kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Perayaan Imlek identik dengan tradisi kekeluargaan yang kental. Salah satu momen penting adalah makan malam bersama atau reunion dinner yang digelar pada malam sebelum pergantian tahun. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan mempererat hubungan keluarga setelah menjalani rutinitas sepanjang tahun.
Selain itu, pembagian angpao oleh orang tua atau anggota keluarga yang telah menikah menjadi simbol doa, harapan rezeki, serta keberuntungan bagi penerimanya. Umat yang merayakan juga mengunjungi kelenteng untuk bersembahyang dan memanjatkan doa kepada leluhur.
Di berbagai kota, kawasan pecinan tampak semarak dengan hiasan lampion merah, ornamen khas, dan dekorasi bernuansa perayaan. Pemerintah Indonesia menetapkan 17 Februari 2026 sebagai hari libur nasional Imlek, dengan cuti bersama sehari sebelumnya pada 16 Februari 2026.
Rabu Abu 18 Februari 2026, Awal Masa Prapaskah
Sehari setelah Imlek, tepatnya Rabu, 18 Februari 2026, umat Katolik dan sebagian denominasi Kristen memperingati Rabu Abu. Hari ini menandai dimulainya masa Prapaskah, yaitu periode refleksi dan pertobatan selama 40 hari menjelang perayaan Paskah.
Dalam peribadatan Rabu Abu, imam atau pemimpin gereja mengoleskan abu di dahi umat dalam bentuk tanda salib. Abu tersebut berasal dari daun palma yang diberkati pada Minggu Palma tahun sebelumnya.
Tradisi ini memiliki makna simbolis yang mendalam, yakni sebagai pengingat akan pertobatan, kerendahan hati, serta kesadaran manusia atas keterbatasannya. Pada hari Rabu Abu, umat Katolik menjalani puasa dan pantang. Puasa dilakukan dengan membatasi jumlah makanan dalam sehari, sementara pantang umumnya berupa tidak mengonsumsi daging.
Gereja juga mendorong umat untuk memperbanyak doa, refleksi diri, serta karya kasih selama masa Prapaskah. Meski Rabu Abu bukan hari libur nasional, gereja-gereja di berbagai daerah tetap menyelenggarakan misa khusus sejak pagi hingga malam hari guna mengakomodasi umat yang ingin beribadah.
Awal Puasa Ramadan 1447 Hijriah
Di tengah dua momentum tersebut, umat Islam di Indonesia juga bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Kementerian Agama Republik Indonesia telah menjadwalkan Sidang Isbat penentuan awal Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026.
Secara perhitungan kalender hijriah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, tergantung hasil rukyatul hilal dan keputusan Sidang Isbat. Jika 1 Ramadan ditetapkan pada 19 Februari, maka salat tarawih akan mulai dilaksanakan pada malam 18 Februari.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang diterbitkan pada 22 September 2025 telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam, yang ditandai dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi.
Menjelang Ramadan, berbagai ruang publik mulai dihiasi dengan nuansa religi, mulai dari spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa hingga aktivitas sosial seperti pembagian takjil dan program berbagi.
Momentum Keberagaman dan Toleransi
Hadirnya tiga momentum keagamaan dalam waktu yang hampir bersamaan menciptakan suasana yang unik di ruang publik. Simbol-simbol Imlek seperti lampion dan ornamen merah berdampingan dengan suasana reflektif Rabu Abu serta semangat menyambut Ramadan.
Kondisi tersebut mencerminkan realitas Indonesia sebagai bangsa yang plural. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Sebaliknya, keberagaman justru menjadi kekuatan sosial yang memperkaya kehidupan masyarakat.
Dalam rentang 17 hingga 19 Februari 2026, masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa perayaan dan ibadah dapat berjalan beriringan tanpa mengurangi makna masing-masing. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni serta saling menghormati antarumat beragama.




