DAILYSINTANG.COM, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memaksimalkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Integrated Terminal Pontianak untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat di Kabupaten Sintang dan wilayah sekitarnya tetap terjaga.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pendangkalan alur sungai akibat penurunan tinggi muka air yang memengaruhi proses sandar serta bongkar muat di Fuel Terminal Sintang. Situasi tersebut berdampak pada pola distribusi reguler yang selama ini menjadi jalur suplai utama ke sejumlah daerah di Kalimantan Barat bagian timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa penyesuaian distribusi dilakukan guna menjaga kelancaran pasokan di tengah tantangan operasional yang terjadi.
“Untuk menjaga kelancaran suplai, Pertamina Patra Niaga saat ini memaksimalkan distribusi melalui Integrated Terminal Pontianak serta melakukan pengaturan ritase mobil tangki dan penyesuaian jadwal pengiriman. Secara keseluruhan, dukungan suplai dari Fuel Terminal Sintang dan Integrated Terminal Pontianak diperkuat dengan kapasitas angkut total mencapai 529 KL. Kami memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi,” kata Edi dilansir dari RRI.co.id
Penyesuaian pola suplai tersebut berdampak pada waktu tempuh distribusi yang menjadi lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, Pertamina memastikan distribusi tetap berjalan dengan pengaturan ulang sistem pengiriman dan optimalisasi armada yang tersedia.
Wilayah yang terdampak penyesuaian operasional ini meliputi Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau. Kelima daerah tersebut menjadi fokus pemantauan distribusi guna memastikan tidak terjadi gangguan pasokan di tingkat lembaga penyalur.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga terus melakukan monitoring terhadap penyaluran BBM, terutama pada lembaga penyalur di wilayah strategis serta jalur utama distribusi. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat dan memastikan suplai tetap tersedia sesuai kebutuhan.
Selain penguatan distribusi melalui Integrated Terminal Pontianak, koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan turut dilakukan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan operasional akibat faktor alam.
Optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi. Mulai dari pengaturan ritase mobil tangki hingga penyesuaian jadwal pengiriman dilakukan secara terukur agar pasokan BBM di wilayah terdampak tetap aman.
Pertamina menegaskan bahwa penyaluran BBM di wilayah yang terdampak penyesuaian operasional diupayakan dapat berlangsung lancar dan berangsur kembali normal. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi berkala terhadap sistem distribusi yang dijalankan.
Sumber : RRI.co.id






