Adrianus Asia Sidot Dorong Peran Polteq Pontianak Cetak SDM Unggul untuk Swasembada Pangan

DAILYSINTANG.COM, Pontianak — Kunjungan kerja 1 kali setahun kali ini menjadi momentum penting bagi Anggota DPR RI untuk memperkuat sinergi, termasuk yang dilakukan oleh Anggota DPR/MPR RI Fraksi Golkar Adrianus Asia Sidot saat mengunjungi Politeknik Tonggak Equator (Polteq) Pontianak, Kamis 19 Maret 2026. Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan diskusi mendalam terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor strategis, khususnya pertanian dan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Adrianus terlibat aktif dalam dialog bersama Direktur Polteq, Ir. M. Anastasia Ari Martiyanti, M.M.A., serta mahasiswa dari Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan dan Program Studi Teknologi Pangan. Diskusi berlangsung dinamis, membahas tantangan sekaligus peluang dalam mencetak lulusan yang siap terjun langsung ke dunia industri dan mampu menjawab kebutuhan nasional.

Adrianus menekankan pentingnya peran institusi pendidikan vokasi seperti Polteq dalam mencetak tenaga kerja terampil dan adaptif. Menurutnya, sektor pertanian modern dan industri pangan membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan praktis yang kuat serta inovatif.

“Kita membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak di sektor pangan. Tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai inovator dan pelaku usaha,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

Lebih lanjut, Adrianus menyampaikan harapannya agar lulusan dari kedua program studi tersebut mampu menjadi ujung tombak dalam mendukung program unggulan Presiden Prabowo, yaitu swasembada pangan. Ia menilai bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan SDM yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, pihak Polteq menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pendidikan vokasi di daerah. Direktur Polteq menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui kurikulum berbasis industri, praktik lapangan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Mahasiswa yang hadir juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi serta berdiskusi langsung mengenai prospek karier dan tantangan di dunia kerja. Interaksi tersebut diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi realitas industri setelah lulus.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan mahasiswa sangat penting dalam membangun ekosistem yang mendukung terciptanya kemandirian pangan nasional. Dengan sinergi yang kuat, cita-cita swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan target yang dapat diwujudkan bersama.

Selain itu, momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 juga menjadi perhatian penting dalam diskusi tersebut, terutama terkait stabilitas pasokan dan harga pangan. Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging cenderung meningkat signifikan selama periode hari besar keagamaan, sehingga kesiapan sektor pangan menjadi krusial.

Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau saat Idul Fitri tidak hanya bergantung pada distribusi, tetapi juga pada kekuatan produksi dalam negeri. Oleh karena itu, peran SDM unggul di bidang pertanian dan pangan menjadi sangat strategis untuk memastikan rantai pasok tetap stabil dan mampu memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi di sektor pangan, termasuk pengolahan hasil pertanian dan efisiensi distribusi, guna mengantisipasi potensi gejolak harga yang sering terjadi menjelang hari raya. Dalam konteks ini, lulusan Polteq diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi melalui pengembangan teknologi pangan dan peningkatan produktivitas pertanian.

Lebih jauh, momentum Idul Fitri juga menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan sosial masyarakat. Dengan ketersediaan pangan yang stabil dan harga yang terkendali, masyarakat dapat merayakan hari raya dengan lebih tenang dan sejahtera.

Dengan demikian, sinergi antara penguatan SDM, inovasi teknologi, dan kebijakan pangan yang tepat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya dalam menghadapi momen-momen krusial seperti Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *